Senin, 22 Februari 2016

CERPEN SINGKAT







JUdul : MALAIKAT TERINDAH

Penulis : Elisa Susiyanti
Penerbit : Moka Media
Terbit : 2014
Tebal : 180 halaman
 
Seorang gadis berseragam putih, dengan gesit melangkahkan kakinya di sepangjan koridor dekat ruangan azalea sebuah Rumah Sakit tempat ia praktikum. Perawat muda sekaligus mahasiswa akhir sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan ini sering dipanggil Renata. Gadis penyabar yang kehadirannya memberi kegembiraan kepada semua orang.
Ia tidak pintar tapi mampu meluluhkan suasana hati setiap orang yang sedih. Sebuah keuntungan tersendiri karena Renata bisa berkomunikasi dengan arwah layaknya komunikasi dengan manusia. Dengan kemampuannya ini, ia bisa mengenal lebih dekat Kenzhia, pria keturunan Jepang Indo.
Di sudut Rumah sakit itulah Renata memergoki Kenzhia arwah hidup yang kebingungan atas kenyataan hidup yang menimpahnya. Kenzhia merasakan sebuah pengalaman lain yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Ia bingung keadaaanya antara hidup dan mati. Kehadiran Kenzhia di hidup Renata menyimpan banyak tanda tanya. Bisa dikatakan kehadirannya banyak mendatangkan kerugian. Katakanlah dengan membantu Kenzhia, Renata lupa bertemu dosen pembimbing untuk tanda tangan skripsi guna wisudannya. Ia harus bersabar setahun lagi untuk lulus dari kuliahnya.
Pertemuan mereka mendatangkan banyak tanda tanya. Di satu sisi, Kenzhia mempunyai dua pribadi. Kenzhia arwah dan Kenzhia nyata. Tanda-tanda kebingungan bukan saja dialami Renata tapi juga Radhit dan Queen. Radhit suadara sebapaknya Kenzhia tela menaruh hati kepada Renata tepat ketika Renata bekerja sebagai perawat oma Bella. Tapi kenyataan berkata lain ketika Renata lebih mencintai Kenzhia manusia jutek dan pemarah.
Anehnya lagi Kenzhia lebih memilih Queen gadis cantik yang selalu mencari perhatian seisi keluarga Kenzhia termasuk oma Bella. Pengalaman pertama menjadi perawat di rumah dua bersaudara yang berbeda sisi ini membuat Kenzhia menyadari bahwa ternyata ia tidak diterima. Oma Bella lebih memilih Queen merawatnya ketimbang Renata. Namun kejadian oma Bella yang terkena siraman air panas akhirnya membuka kesempatan bagi Renata untuk dekat denggan oma Bella.
Walau demikian, mungkin kenyataan hidup tak seindah harapan manusia. Arwah Kenzhia selalu diperhadapkan pada pertanyaan, apakah saya telah mati? Apakah ini nyata? Pertanyaan-pertanyaan itu kemudian dijawab oleh malaikat penjaganya Sandy. “Konon, orang yang mengetahui keberadaan arwah akan lebih dahulu dipanggil Tuhan”. Begitu teguran Sandy ke Kenzhia ketika ia mengharapkan sesuatu yang lebih dari sekedar pertemanan dari diri Renata.
Terbukti, Renata akhirnya meninggal karena kecelakaan. Susah untuk menerima. Tak masuk di akal Kenzhia sang arwah yang kemudian berubah menjadi manusia hidup. Tapi suasana berubah dengan kehadiran surat dari oma Bella yang menunjukan kenyataan hubungan darah antara Kenzhia dan Radhit.

ULASAN BUKU

Tema Cerita
Elisa menuturkan cerita dari setiap lakon novel ini dengan menekankan beberapa segi yang penting untuk dijadikan tema. Mungkin tema penyesalan, dendam, sedih mengusai tema novel ini. Namun satu tema penting yang diangkat oleh penulis adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah nilai akhir yang perlu dimiliki entah itu oleh Kenzhia maupun oleh Radhit dan Queen. kepercayaan juga ditunjukan oleh oma Bella. Ia memberi kesempatan lebih kepada dua cucunya dan Renata untuk menentukan arah hidup mereka. Kepercayaan juga menjadi kunci untuk masing-masing dari mereka mulai belajar melangkah ketika mengetahui kenyataan dari hidup mereka. Kepercayaan juga menembus dinding benci, cemburu dan sakit hati.
Pengembangan Alur Cerita
Alur cerita yang digambarkan dalam novel ini tidak lain adalah alur campuran yang memberi penekanan pada masa lalu juga masa sekarang. Mencampurkan dua pengalaman manusiawi dalam novel ini membuat ide cerita luar biasa bisa dicerna oleh pembaca. Berangkat dari situasi praktikum Renata sehingga bertemu dengan arwah Kenzia, yang kemudian menghantar Kenzhia ke rumah dan bertemu Radhit dan Queen. cerita berlanjut dengan kehadiran oma Bella yang lebih senang dirawat oleh Queen ketimbang Renata.
Cerita berbalik ketika sebuah kejadian menimpa oma Bella. Klimaksnya ketika Kenzia mengakui bahwa ia mencintai Renata, walau ia menyadari kehadiran Queen sangat berarti. Setelah kematian oma Bella, semua orang berusaha mencari jalan masing-masing. Renata kembali karena tidak ada pekerjaan lagi. Kenzhia sendiri bingung kehidupan ini apa nyata atau bukan. Radhit mencoba menyatukan perasaan dan hatinya ketika pernah dicampkan Queen. Queen tak sanggup mengejar cintah Kenzhia yang terbujur kaku dan tak lama lagi menjadi arwah.
Pembaca akan disuguhkan semacam way out ketika ada surat dari oma Bella perihal generologis dari Kenzhia dan Radhit. Ternyata mereka bersaudara. Cerita ditutup dengan kepergian Renata karena kecelakaan. Gadis itu pergi meninggalkan sejumlah harapan dari Radhit dan Kenzhia.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam lakon cerita ini memberi kesan yang luar biasa. Diluar dugaan bahwa ada kombinasi antara satu tubuh yang terdiri dari dua pribadi ditempat yang berbeda-beda. Kenzhia arwah dan asli. Terkadang jutek, nyesalin tapi mempunyai cerita tersendiri. Banyak rahasia yang tidak dimengerti oleh Renata. Kadang senang, kadang marah, bingung menumpuk menjadi satu tanya besar.
Renata, gadis biasa yang mengajarkan bagaimana menjadi pelayan yang rendah hati. Ketika semua orang membencinya ia berdiri layaknya manusia normal yang hidupnya baik-baik saja. Super women layak di samatkan kepadanya. Radhit, lelaki muda yang tidak tahu sudah berapa lama ia bergelut dengan sakit hati karena dicampakan Queen. Ketika ia hendak membuka lembaran cinta baru dengan Renata, lagi-lagi ia disakiti.
Renata lebih memilih arwah dingin, pucat, lemas sebagai pelabuhan terakhirnya. Oma Bella, wanita uban butuh perhatian. Syndrome tua selalu menghantuinya. Karena itu ia lebih ingin diperhatikan lebih dari orang lain. Sandy malaikat penjaga Kenzhia seperti tangan kanan bagi arwah Kenzhia.
Latar Cerita
Jelas bahwa ternyata penulis sangat fokus pada satu latar cerita ini. Rumah Kenzhia yang serba lux menjadi tempat dimana cerita ini dituangkan. Sesekali penulis mengungkit rumah sakit sebagai bagian pelengkap dari ide cerita. Segala suka, duka kebaikan dan kejahatan dari setiap pelaku lakon ditampilkan dengan jelas dalam latar rumah yang dimaksud.
 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

KELEBIHAN
Organisasi Buku 

Setiap pengalaman dalam cerita ini cukup di organisir dengan baik. Setiap bab dalam cerita ini selalu dimulai dengan resensi bab dan kata utama dalam setiap bab. Hal ini sangat baik karena bisa memudahkan pembaca untuk tak perlu repot-repot mencari apa ide dasar dari bab ini.
Fokus Pembaca
Fokus pembaca dalam buku ini adalah kepada kaum muda yang sering ‘galau’ dan tak tahu tujuan hidup yang jelas. Kaum muda yang terlalu terobsesi akan sesuatu dan ketika kenyataan berkata lain maka kum muda sering kali putus harapan. Selain itu juga mengangkat peran orang tua. Terkadang peran orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak. Akibat “broken home” atau perginya seorang pasangan suami atau istri juga mengakibatkan perkembangan anak terganggu. Kenzhia dan Radhit baru akan menyadari ternyata mereka saudara, satu ayah beda ibu. Inilah yang menjadi alasan mereka tak pernah akur dan saling curiga.
Bahasa
Bahasa yang digunakan elegan dan tak terlalu memusingkan diri dengan aturan bahasa Indonesia yang baik dan baku. Bahasa Indonesia yang dipoles sedikit dengan bahasa ‘gaul’ anak muda ditambah dengan beberapa keterangan kedokteran dan keperawatan. Tidak terlalu berat bahasa, tapi muda dicerna dan di mengerti.
KEKURANGAN
Cukup sempurnah cerita dalam novel ini. Namun sayang terkadang isinya tidak koheren. Sering kali bertele-tele dan kesanya kurang adanya edit yang benar. Banyak ide yang seharusnya menjadi satu bagian dengan bagian sebelumnya namun akhirnya menjadi satu ide tersendiri di luar ide utama (bdk. Kata awal bab 5, hl. 43-44).
Selain itu ada beberapa kesalahan pengetikan dan pengulangan kata yang seharusnya tidak terjadi. Setelah membaca, saya temukan sekitar 15 kesalahan pengetikan dan kesalahan arti yang seharusnya tidak terjadi. Beberapa diantaranya (bdk. hlm. 36 “renata >Renata; hlm. 39…wanita itu memapahnya, mengambil kursi roda di belakang, dan membuat wanita itu duduk di sana. Hlm.50…Renata mengangguk kepala. Ia masih tampak masih mempertimbangkan banyak hal. Hlm.83…apa yang terjadi pada nenek?S. hlm.91…dan hal ini membuatnya membuatnya begitu nyaman…hlm.156…anehnya >Anehnya. Dan beberapa kesalahan pengetikan lainnya.
Dalam sebuah tulisan kita mengandaikan bahwa para pembaca itu berasal dari berbagai disiplin ilmu bukan saja kedokteran dan keperawatan yang sudah tak asing dengan berbagai istilah. Maka perlu memberi catatan kaki pada beberapa istilah kedokteran yang penting seperti cairan NaCL hlm 95 dll.
 

KESIMPULAN

Pesan dan Kesan
Apapun alasannya buku ini wajib dibaca. Sangat orisinil dan bisa menjadi buku romance fantasy yang terbaik saat ini. Perasaan kesal, sedih, sakit hati bercampur aduk ketika mengetahui kejadian sebenarnya pada akhir bab novel ini. Tak tanggung-tanggung dua kata yang pantas dialamatkan pada tulisan ini yaitu unik dan amazing. Penulis bisa menghantar pembaca pada sebuah kenyataan bahwa ternyata di dunia ini kita akan bertemu oleh siapa saja baik yang hidup maupun yang mati. Maka bangunlah kepercayaan yang baik dengan membantu sesama agar mereka juga mampu menemukan kemuliaan Tuhan.
Refleksi dan Pesan Moral
“Kalau saja” adalah sebuah kalimat yang pantas dalam penutup refleksi resensi ini. Kalau saja Renata sadar bahwa Kenzhia adalah arwah, kalau saja Kenzhia tidak membawa mobil dalam keadaan sakit maka Renata masih hidup, kalau saja Radhit tidak membiarkan Kenzhia membawa mobil, situasinya akan berbalik. Kalau saja Renata lebih jeli lagi membantu oma Bella, ia tidak akan meninggal karena berbagai penyakit seperti penyakit gula. Kalau saja Queen sadar bahwa harta kekayaan kenzhia itu bukan hanya milik Kenzhia, tapi juga milik Radhit, maka dia tidak akan memutuskan Radhit dan memilih Kenzhia.
Kalau saja saya sebagai manusia didunia ini tidak berbuat dosa, maka Tuhan juga tidak akan susah-susah mengampuni manusia. Demikian berbagai litany “kalau saja” yang bisa diungkapkan satu persatu. Tapi jelas ketika manusia berhadapan dengan situasi pelik, maka penyesalan selalu menyusul. Semoga kita sebagai manusia berani mengatakan setiap keputusan kita adalah keputusan suara hati kita. Belajar untuk menghadapi sebuah keputusan dengan akal, perasaan yang tenang. Jangan sampai suatu saat kita disebut manusia “kalau saja.”